Grobogan, 29 April 2026 – Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug, selama ini dikenal sebagai salah satu desa dengan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani. Namun di balik potensi sektor pertanian tersebut, masyarakat Desa Ginggangtani juga memiliki potensi besar di bidang usaha mikro, khususnya kerajinan menjahit. Potensi inilah yang terus didorong agar berkembang menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Pelatihan Menjahit bagi Kelompok UMKM Ginggang Makmur. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 27 hingga 29 April 2026, bertempat di Balai Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug.
Pelatihan ini terselenggara melalui sinergi antara Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Grobogan dengan Anggota DPRD Kabupaten Grobogan, Ibu Farida dari Fraksi Gerindra, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan diikuti oleh anggota Kelompok UMKM Ginggang Makmur yang memiliki minat dan semangat untuk mengembangkan keterampilan di bidang tata busana. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan teknis menjahit sekaligus didorong agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan dapat bersaing di pasar.
Sebagai narasumber, Dinas Koperasi UKM menghadirkan dua praktisi UMKM Kabupaten Grobogan yang telah berpengalaman di bidang tata busana, yaitu Ibu Sri Indarti dan Ibu Siti Rodhiyah. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi teori sekaligus praktik pembuatan berbagai produk jahitan, mulai dari gaun, pakaian, rok, hingga gorden. Pendekatan praktik langsung dipilih agar peserta dapat menguasai teknik menjahit secara lebih efektif dan siap menerapkannya dalam usaha sehari-hari.
Untuk mendukung keberhasilan pelatihan, seluruh kebutuhan praktik, termasuk bahan kain dan perlengkapan menjahit, disediakan sepenuhnya oleh penyelenggara. Dengan demikian, peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa terbebani biaya tambahan dan lebih fokus dalam meningkatkan keterampilannya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap keberlangsungan usaha kelompok, pada akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan bantuan sebanyak lima unit mesin jahit kepada Kelompok UMKM Ginggang Makmur. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha bersama sekaligus meningkatkan produktivitas hasil jahitan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Grobogan berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan pelaku usaha baru maupun memperkuat usaha yang telah berjalan. Keterampilan menjahit yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk membuka peluang usaha mandiri, menerima pesanan konveksi maupun jasa jahit, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga.
Melalui program pemberdayaan seperti ini, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Grobogan terus berupaya mendorong lahirnya UMKM yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Potensi desa tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga dapat berkembang melalui sektor ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan menjahit di Desa Ginggangtani menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi desa dapat dilakukan melalui pengembangan keterampilan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh, berkembang, serta berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian Kabupaten Grobogan.

Hari ini 42
Yesterday 220
Minggu ini 742
Bulan ini 530
Keseluruhan 536308
Currently are 8 guests and no members online
DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN GROBOGAN
Jalan Dr. Soetomo No. 8 Purwodadi, Kab. Grobogan Kode Pos 58111
Telp./Fax. +62 292 421031 | Posel: dinaskoperasiukmgrobogan@gmail.com